Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Stok Kebutuhan Pokok Aman, Harga terjangkau

Nuryani
Berita
25 Maret 2025 13:40:51

Image Berita


Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kulon Progo bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi DIY melakukan pemantauan dalam rangka memastikan stabilitas  menjelang pangan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1446 H di Kulon Progo. Pemantauan dilakukan dilakukan di Pasar Wates, Pangkalan LPG, dan Pengusaha Telur di Kulon Progo, pada Selasa (11/03) dipimpin oleh Kepala Biro Perekonomian dan SDA DIY, Eling Priswanto, SE, MM bersama dengan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kulon Progo, Ir Bambang Tri Budi Harsono, MM.

Dari hasil pantauan pasar, bawang merah mengalami kenaikan harga, namun tidak signifikan dan masih dalam batas fluktuasi yang wajar. Sementara itu, harga komoditas lain seperti telur, daging, cabai, dan beras menunjukkan stabilitas yang baik. Cabai, yang sebelumnya sempat melambung hingga Rp100.000, kini kembali stabil di kisaran Rp70.000,00 tergantung pada jenisnya. Cabai Merah Keriting pada kali ini berada di angka Rp40.000,00; Cabai Rawit Merah Rp75.000,00; Cabai Rawit Hijau Rp60.000,00; Tomat Rp12.000,00; Wortel Rp20.000,00; Kubis Rp7.000,00; Kentang Rp17.000,00; Sawi Hijau Rp4.000,00; Kacang Panjang Rp5.000,00; Timun Rp5.000,00; Bawang Merah Rp20.000,00 - Rp50.000,00 (tergantung ukuran); Bawang Putih Rp41.000,00 - Rp44.000,00; Minyak Goreng Rp15.000,00 - Rp39.000,00; Gula Pasir Rp18.000,00; Telur Ayam Ras Rp28.000,00; Daging Ayam Rp35.000,00 - Rp85.000,00; Daging Sapi Rp70.000,00 - Rp145.000,00; Beras Rp12.000,00 - Rp14.800,00.

“Untuk beras, kami sampaikan bahwa harganya tetap stabil dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan. Bahkan untuk stok beras, Kulon Progo sangat melimpah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan pangan,” ungkap Eling.

Sementara untuk stok dan harga LPG di pangkalan, juga dinyarakan aman dan harga sesuai dengan ketentuan, yaitu Rp18.000 per tabung 3kg. Eling memastikan, tidak ada kenaikan harga LPG di pangkalan, meskipun ada sedikit perbedaan harga di tingkat pengecer. 

“Kalau kemarin memang ada isu kelangkaan, agak susah mencari LPG, Insya Allah dalam dua minggu terakhir ini, khususnya di Kulon Progo, tidak ada kendala sama sekali. Tadi kami lihat juga di lapangan, untuk stock di level pangkalan itu semua tersedia,” kata Eling. 

Pangkalan LPG wajib memenuhi ketentuan harga, namun untuk eceran, harga akan ada selisih antara Rp1.000,00 - Rp2.000,00. Hal ini tidak dipermasalahkan, asal kenaikan bukan di tingkat pangkalan. Ia menekankan, pangkalan yang melayani pengecer, diharapkan sudah memenuhi kebutuhan masyarakat sekitarnya. 

Selain LPG, telur juga memiliki ketersediaan yang cukup, dengan harga saat ini yang stabil. Telur dipasaran berada di kisaran harga   Rp28.000/kg. Untuk kebutuhan HBKN, hal ini dirasa cukup aman dengan harga yang stabil. Berdasarkan trend, pada  10 hari jelang Idul Fitri terdapat kenaikan. Namun diprediksi, baik dari pedagang dan pembeli, naik dengan tidak signifikan. Masih dalam range yang diharapkan tidak terlalu naik.

Disampaikan Bambang Tri Budi Harsono, kegiatan operasi pasar di Kulon Progo sendiri sudah mulai dilakukan mulai minggu ini dan bakal dilanjutkan lagi pada pekan depan. Rencananya ada 12 kapanewon yang bakal dilaksanakan operasi pasar.

"Sudah dilaksanakan di Kapanewon Kokap, Kapanewon Temon, Panjatan kemudian akan dilanjutkan ke kapanewon lain. Tidak hanya beras, minyak, gula, telur tapi komoditas yang lain dipantau. Kita melibatkan BULOG untuk operasi pasar," ujarnya.

Menurut Bambang, operasi pasar itu disambut baik oleh masyarakat. Terlihat dari antusias warga yang datang berburu komoditas dengan harga lebih rendah dari pasaran tersebut.

Secara keseluruhan, pemantauan harga menjelang Idul Fitri ini menunjukkan bahwa stok bahan pokok di Kulon Progo aman dan harga terkendali. Masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas. “Kami harap masyarakat tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan,” tutup Eling. (Ny)

Source: Bagian Perekonomian dan SDA

WhatsApp Chat